Indo Security System
Dinamika Perangkat Sistem Keamanan di Jakarta

Jakarta sebagai sebuah ibu kota, telah menjadi cerminan Indonesia dari segi apapun. Jika kita bicara tentang solusi sistem keamanan, tentu Jakarta bisa dibilang paling terdepan. Begitu banyak merek security system, baik ekspansi dari luar negeri maupun lokal, saling bersaing secara sehat di pasaran. Selain kebutuhan akan pengawasan makin meningkat, konsumen di pasar pun makin matang dengan pemilihan produk berkualitas baik didampingi dengan pelayanan memadai.

Trennya pun terus berkembang mengikuti apa yang sedang tren di dunia. Pasar di Jakarta telah melihat kebutuhan yang tinggi akan standar keamanan dan keselamatan yang lebih baik untuk seluruh fasilitas. Harish Vellat, Vice President/General Manager Honeywell Security & Fire untuk wilayah Asia Pasifik mengatakan, tren sistem keamanan di Jakarta saat ini ada beberapa hal. “Mulai dari perpindahan sistem analog ke teknologi berbasis IP, penyediaan cloud untuk penyimpanan rekaman, penerapan enkripsi yang kian rumit agar data tak dapat diserang, kemampuan software analytic yang makin berkembang pesat dan penggunaan perangkat mobile untuk memantau suatu tempat dan kondisi,” ujarnya.

Harish Vellat

Selain tren-tren tersebut, Harish juga melihat pembaruan secara terus-menerus pada beberapa teknologi sistem keamanan seperti sistem CCTV di Jakarta. Dirinya memantau perkembangan kualitas megapixel dibarengi dengan peningkatan teknologi kompresi. Sehingga memungkinkan lebih banyak data dapat disimpan dengan perangkat rekaman yang memadai.

Perangkat sistem keamanan yang sudah berbasis IP, diperkirakan akan menjadi sebuah standar yang wajib mulai saat ini. Rona Novardania, Key Account Manager Security Systems PT Robert Bosch Indonesia mengatakan, yang harus diperhatikan adalah layanan purna jual. Karena sekarang banyak CCTV yang sudah berbasis IP di pasaran, tapi bila tidak dibarengi dengan servis dan kualitas yang bagus maka merek tersebut akan cepat tumbang.

“Kalau untuk pasar Jakarta memang sudah mulai dewasa dan berkembang cepat. Sebuah merek tidak hanya dari teknologinya, tapi juga dilihat dari kualitas dan servis yang bagus. Kalo di luar kota atau daerah lain, orang lebih mempertimbangkan harga,” jelasnya.

Rona Novardiana

Faktor Penyebab Tren

Sebagai salah satu pemimpin produsen security system ternama di kawasan Asia Pasifik, Harish punya analisa tersendiri untuk faktor yang menyebabkan tren di Jakarta. Salah satunya adalah persaingan secara masif terhadap para produsen elektronik hingga mengakibatkan kepemilikan teknologi menjadi kian terjangkau dan percepatan konektivitas internet yang meningkat pesat.

Perubahan ini berimplikasi pada apa pun yang kita buat dan bagaimana para pengguna memakai teknologi sistem keamanan.  “Misalnya saat ini kami menawarkan produk yang memungkinkan pengguna memantau sistem keamanan dari jarak jauh. Sebagai contoh, pemilik rumah diberi notifikasi ketika kamera pengawas menangkap ada seseorang yang mencoba masuk secara paksa, sehingga bisa diambil tindakan pencegahan,” urainya lengkap.

Tingkat pengetahuan end user terhadap manfaat perangkat system security di Jakarta juga dianggap makin matang, hingga berimbas pada sebuah tren. Theodony, Direktur PT Bahana Solusindo Indokarya, sebuah perusahaan System Integrator (SI) di Jakarta menyetujui hal tersebut. Menurutnya, dahulu masyarakat menggunakan CCTV hanya sebagai alat pemantau. Tapi sekarang para pengguna di Jakarta sudah paham bahwa esensi CCTV itu ada di rekaman dan kualitas gambarnya. Soalnya dari sana bisa diambil tindakan lebih lanjut.

“Dari pengalaman-pengalaman seperti itu maka pelanggan mulai mengerti apa kegunaan CCTV yang sebenarnya. Misalnya pelanggan sudah mengerti apakah mereka perlu resolusi tinggi, masa rekaman berapa lama dan limitasi sistemnya seperti apa,” ujar Theo.

Jakarta Butuh Solusi Terintegrasi

Ancaman-ancaman keamanan yang kerap muncul di Ibukota, membuat segala lini melakukan langkah pengamanan. Mulai dari instansi pemerintah, perkantoran swasta, pusat perbelanjaan dan ritel, perbankan, perhotelan, kawasan industri maupun perumahan. Agar seluruh kebutuhan pengamanan tersebut bisa terakomodasi, tentunya dibutuhkan sebuah security system yang terintegrasi.

Hendra Gunawan, Sales Director PT Prima Inovasi Teknologi (PIT), distributor kamera Smart IP Hikvision di Indonesia menyebutkan, integrasi sistem keamanan dimulai dari produk kamera CCTV yang memadai. “Sekarang ini tersedia kamera CCTV berteknologi canggih dengan adanya fungsi intelligent analytic di dalam kamera. Hal ini bisa membantu untuk mengetahui adanya suatu kejadian saat kamera tidak dipantau langsung dan bisa memberikan peringatan berupa alarm,” terangnya. Dia memberikan contoh, penggunaan kamera yang dilengkapi fitur pembaca pelat nomor kendaraan juga sudah mulai tren di Jakarta.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana menggabungkan kamera-kamera tersebut hingga terintegrasi. Menurut Hendra, mau dipasang seberapa banyak pun, akan jadi percuma bila manajemen datanya tidak bagus. “Jadi diperlukan perangkat khusus yang bisa melayani manajemen data perangkat kamera CCTV canggih tadi, sekaligus mengintegrasikannya ke perangkat keamanan lain seperti sistem alarm dan lainnya,” tukasnya.

Kemudian, Harish Velat menyatakan pendapat serupa mengenai pentingnya integrasi. Menurutnya, solusi keamanan terintegrasi terdiri dari rangkaian produk yang komprehensif seperti CCTV untuk pengawasan, akses kontrol untuk perlindungan, sistem fire alarm untuk mendeteksi kebakaran dan alarm intrusi untuk memantau penyusup. “Tak lupa pula, seluruh sistem keamanan yang sudah terintegrasi tersebut juga harus mudah digunakan oleh si operator. Jadi petugas berwenang di masing-masing instansi bisa mengambil tindakan begitu ada peringatan,” tandasnya.

Bagaimana Nasib Kamera CCTV Analog?

Seperti yang sudah disinggung dari awal, saat ini tren security system lebih mengarah ke perangkat berbasis IP. Namun, bukan berarti teknologi berbasis analog dilupakan begitu saja. Menurut beberapa tokoh di dunia sistem keamanan di Jakarta, kamera CCTV berjenis analog masih tetap digemari.

Seperti yang dikatakan Stefanus Ronald Juanto, Direktur Bogor CCTV, kamera analog tetap digemari oleh sebagian end user karena instalasinya terkenal cukup mudah dan simpel. “Sistem analog tinggal plug and play, dibandingkan dengan kamera tipe IP yang harus setting sana-sini,” ungkapnya. Ronald pun berani memprediksi bahwa penjualan kamera CCTV analog masih bisa bertahan hingga lima tahun ke depan.

Saat ini, beberapa kamera CCTV analog pun telah memiliki kualitas yang jauh lebih baik, seperti penyematan fitur resolusi tinggi. “Bahkan untuk beberapa merek, ada kamera CCTV analog yang beresolusi hingga 5 MP,” ujarnya.

Dirinya beranggapan, masih eksisnya kamera CCTV berbasis teknologi analog adalah karena harga yang cukup terjangkau, sehingga digemari oleh pengguna pemula atau dalam skala kecil. Selain itu, para teknisi saat ini masih lebih familiar dengan pemasangan kamera CCTV analog. “Itulah sebabnya di segmen end user pemula, kamera analog masih mendominasi dibanding kamera IP,” pungkasnya.

Vol.1 Edisi Juni - Agustus 2016

Baca Juga

© 2019 Indo Security System. All Rights Reserved.