Hunian Aman Liburan Tenang

Kontributor: Felisa Lestari Tan

Momen libur panjang tentu ditunggu-tunggu banyak keluarga untuk bepergian ke luar kota. Saat libur Lebaran, misalnya, mayoritas masyarakat—khususnya di perkotaan—beramai-ramai pulang ke kampung halaman untuk merayakan kemenangan. Banyaknya rumah yang kosong kerap memberi peluang bagi para pelaku pencurian untuk beraksi. Akibatnya masyarakat menjadi tidak tenang menikmati liburan karena mengkhawatirkan keamanan huniannya.

Sejatinya, kekhawatiran seperti itu bisa diatasi dengan menyelaraskan beragam teknologi sistem keamanan dengan sumber daya manusia yang ada. Untuk menciptakan rasa aman memang ada banyak faktor yang harus terpenuhi, dan dalam prosesnya kadang memerlukan investasi yang tidak sedikit. Tapi kita harus mengingat nilai investasi tersebut tidaklah sebanding dengan hasil yang akan didapat. Karena pada dasarnya sebuah sistem keamanan dibutuhkan untuk mendapatkan ketenangan hati.

 

Berdasarkan teori defence-in-depth, sistem keamanan yang ideal harus mampu memberikan 4 manfaat, yaitu:

 

 

Terkait itu, sistem alarm dipandang banyak pihak sebagai salah satu teknologi yang dapat diandalkan dalam mengamankan area hunian. Sebelum memanfaatkannya, pengguna harus memahami terlebih dulu mengenai cara terbaik pemanfaatan alarm. 5 elemen yang harus dipenuhi sebelum memanfaatkan sistem alarm dalam pengamanan hunian adalah: kontrol panel, keypad, sensor, suplai daya, dan perangkat pemberi peringatan.

Dalam prakteknya, sistem keamanan hunian terbagi dalam tiga bagian; perimeter luar, perimeter bangunan, dan perimeter ruangan

I.  Outer Perimeter (Perimeter Luar) Untuk pengamanan perimeter luar, pemilik rumah dianjurkan memasang sejumlah sensor infra merah aktif, dan dalam penerapannya perangkat-perangkat tersebut harus disesuaikan dengan luas areal lahan hunian.

II. Building Perimeter (Perimeter Bangunan) Dalam mengamankan bangunan rumah itu

 

 

sendiri, pemilik rumah perlu memasang sejumlah perangkat seperti sensor infra merah pasif yang mampu mendeteksi perubahan temperatur di sekitar sensor. Kemudian, sensor gelombang mikro yang prinsip kerjanya berdasarkan duppler effect memungkinkan sensor untuk mendeteksi gerakan. Alternatif lainnya adalah penerapan dual tech dengan memadukan keduanya. Hal ini dapat meminimalkan alarm palsu karena kedua sensor bekerja secara end logic sehingga peringatan baru akan diberikan kepada pemilik rumah setelah kedua sensor tersebut mendeteksi terjadinya pelanggaran atau intrusi.

Selain itu untuk pengamanan perimeter bangunan, pemilik rumah juga disarankan memasang lampu sensor gerak yang memungkinkan sistem memberikan peringatan dengan menghidupkan cahaya lampu secara otomatis ketika terdeteksi gerakan intrusi. Keberadaan perangkat ini diharapkan dapat mencegah calon pelaku kejahatan meneruskan niatnya.

Tidak lupa pemilik rumah juga diimbau untuk memasang minimal dua unit sirine outdoor di sekitar area hunian. Tak sampai di situ, untuk menambah rasa aman, sebaiknya pintu-pintu rumah juga dipasangkan magnetic contact dan glassbreak detector di jendela-jendela rumah.

III.  Room Perimeter (Perimeter Ruangan) Untuk pengamanan menyeluruh, sangat dianjurkan agar setiap ruangan yang ada di dalam rumah terproteksi dengan pemasangan detektor asap, detektor api/gas, dan detektor panas. Sensor-sensor tersebut terutama dianjurkan dipasang di area dapur.

Untuk mewujudkan sistem keamanan yang baik, kelengkapan perangkat memang menjadi salah satu faktor utama. Akan tetapi masih ada hal lain yang perlu diperhatikan, yaitu

pemasangan atau instalasi perangkat dengan benar.

Kenyataan yang ditemui di lapangan, banyak perangkat sistem keamanan tidak dapat berfungsi secara optimal dikarenakan kesalahan instalasi. Misalnya untuk sensor infra merah pasif, pemasangannya perlu diperhatikan dengan benar. Instalatur harus tahu betul prinsip kerja perangkat ini. Misalnya, sensor infra merah tidak boleh dipasang dengan menghadap ke kaca atau jendela rumah, atau dipasang di dekat kolam renang. Selain itu, perangkat sensor juga harus bisa tahan terhadap gangguan binatang-binatang kecil yang ada di sekitarnya.

Hunian yang sudah dilengkapi sejumlah perangkat sistem alarm akan lebih baik lagi jika dioptimalkan dengan memadukannya bersama sistem pengawasan. Dengan memasang sejumlah kamera pengawas atau CCTV di dalam maupun di luar ruangan, pengguna jadi memiliki akses untuk memastikan apakah peringatan yang diberikan sistem alarm memang benar membahayakan keamanan rumah atau tidak. Selain itu, pemilik rumah juga bisa mengintegrasikan perangkat sistem alarm dan sistem pengawasan ke dalam aplikasi mobile, sehingga keamanan rumah dapat diawasi dan dipastikan secara real-time kapan pun dan di mana pun.

Setelah memahami perangkat mana saja yang diperlukan dalam menjaga hunian, sekaligus bagaimana instalasinya, pengguna juga harus memahami bahwa esensinya teknologi keamanan hanyalah bersifat pendukung saja. Kesimpulannya, sebuah sistem keamanan yang paling canggih sekalipun akan menjadi sia-sia jika tidak ada respons yang cepat dari sumber daya manusianya, dalam hal ini pemilik rumah, petugas keamanan, atau perusahaan penyedia jasa keamanan.

Vol.5 Edisi April - Mei 2017

Hal 34-37

Baca Juga

© 2019 Indo Security System. All Rights Reserved.