Keamanan Penjara

Sebagai lembaga pemasyarakatan, penjara harus menerapkan standar keamanan yang tinggi untuk mencegah tahanan yang melarikan diri, kerusuhan, bunuh diri, penyerangan antar-sesama narapidana atau staf penjara, serta bentuk-bentuk kekerasan lainnya. Selain itu, penjara juga harus dapat menjaga keseimbangan yang tepat antara fungsi penghukuman dan fungsi rehabilitasi.

Saat terjadi keadaan darurat, penjara harus dapat bereaksi dengan cepat untuk mengembalikan ketertiban dalam waktu singkat. Hal ini harus menjadi perhatian utama dalam mendesain keamanan penjara agar dapat mencegah berbagai peristiwa yang tidak diinginkan, serta untuk memastikan seluruh elemen penjara seperti para staf, pengunjung (tamu tahanan maupun kontraktor yang sedang bertugas), dan para tahanan mendapatkan perlindungan maksimal dari berbagai macam kemungkinan kekerasan dan insiden.

Sistem keamanan di penjara harus dibuat seaman mungkin untuk mencegah naparidana menghindari pemantauan dan melarikan diri, serta mencegah pihak-pihak yang tidak berkepentingan masuk ke dalam penjara tanpa sepengetahuan petugas. Bukan itu saja, desainnya juga harus memastikan para petugas dapat melakukan pengawasan secara real-time dan terus-menerus terhadap seluruh tahanan dan pengunjung.

SISTEM KEAMANAN TERINTEGRASI

Untuk mendapatkan keamanan yang maksimal di dalam lingkungan penjara tentu tidak bisa mengandalkan satu jenis keamanan saja. Ada beberapa jenis sistem keamanan yang harus saling terintegrasi agar pengawasan dapat dilakukan secara optimal dan menyeluruh.

KEAMANAN PERIMETER

Keamanan perimeter adalah pengamanan utama dalam sistem keamanan penjara yang memisahkan struktur bangunan penjara bagian dalam dan bagian luar. Bagian terluar keamanan perimeter adalah tembok penjara yang harus memenuhi spesifikasi tertentu. Tembok penjara harus dapat semaksimal mungkin mencegah tahanan yang akan melarikan diri atau pihak luar yang berniat memasukkan sesuatu ke dalam area tahanan. Untuk mempermudah pengawasan, sebaiknya hanya ada satu akses keluar-masuk, yaitu di gerbang penjara.

Desain bangunan di dalam penjara juga memainkan peranan yang sangat vital dalam mencegah tahanan melarikan diri. Bangunan utama penjara umumnya terbagi menjadi dua, yaitu bangunan untuk warga binaan dan untuk para staf. Berdasarkan fungsi dan lokasinya, masing-masing bangunan memiliki kebutuhan sistem keamanan yang berbeda dengan tingkat keamanan yang berbeda pula.

Menara pengawas dan kawat berduri di tembok terluar area penjara diperlukan untuk memaksimalkan pengamanan perimeter fisik. Selain itu, perangkat elektronik seperti sistem deteksi intrusi—radar gelombang mikro, detektor beam, dan sebagainya—serta video analitik untuk pengawasan video juga menambah lapisan keamanan agar lebih optimal.

AKSES KONTROL

Pada umumnya, fungsi akses kontrol di penjara adalah untuk mengawasi keberadaan tahanan, staf, dan pengunjung penjara—baik tamu ataupun kontraktor. Fungsi pengawasan ini dilakukan oleh staf penjara dari control room. Staf penjara, tamu, dan kontraktor dibekali kartu akses untuk masuk ke area yang tidak boleh dimasuki para tahanan. Para tahanan tidak memiliki kartu akses, jadi pergerakan mereka di suatu area sepenuhnya diatur secara terpusat oleh staf penjara.

Gerbang penjara merupakan lokasi terpenting karena merupakan satu-satunya tempat yang memungkinkan arus keluar-masuk dari penjara. Untuk alasan inilah, sistem keamanan di gerbang penjaga harus mendapat perhatian khusus. Sebagai langkah awal, setiap orang yang keluarmasuk harus dicatat data diri, waktu kedatangan dan kepergiannya, serta tujuan kunjungannya. Pemeriksaan juga harus dilakukan untuk memastikan mereka yang masuk tidak membawa barang-barang terlarang, dan mereka yang keluar setelah masa kunjungan berakhir bukan para tahanan yang menyamar.

Di penjara, kartu akses hanya digunakan untuk mengidentifikasi dan bukan untuk memberi akses. Pada saat kartu ‘dibaca’, maka sistem akan menunjukkan data pribadi termasuk foto pemegang kartu. Dari data yang ditampilkan, staf akan melakukan verifikasi identitas dengan bantuan pengawasan video untuk menentukan apakah si pemegang kartu boleh diizinkan masuk atau tidak. Sistem ‘biometrik’ seperti ini sering disebut dengan ‘swipe/touch and show’. 

Selain itu, fitur Inter-Locking dalam sistem akses kontrol dapat digunakan untuk mengatur keluarmasuknya kendaraan. Fitur ini memastikan sebuah pintu baru akan terbuka apabila pintu lainnya sudah dalam keadaan tertutup. Hal ini berguna untuk mencegah tahanan menggunakan kesempatan untuk melarikan diri saat pintu dibuka terlalu lama.

SISTEM PENGAWASAN VIDEO

Sistem pengawasan video merupakan perangkat yang sangat penting dalam memberikan pengamanan penjara yang efektif. Berbagai tindak kekerasan atau penggunaan dan perdagangan obat terlarang di penjara dapat diminimalisasi dengan pengaplikasian sistem pengawasan video. Fungsi analitik juga dapat ditambahkan ke dalam pengawasan video. Fitur-fitur seperti Loitering Detection, Restricted Zone Detection, Line Crossing Detection, Crowd Detection, dan sebagainya dapat membantu petugas merespons lebih cepat saat terjadi insiden. Fungsi-fungsi video analitik inilah yang membuat CCTV semakin berperan penting dalam menjalankan fungsi keamanan.

Melihat pentingnya fungsi sistem pengawasan video, kamera CCTV sering menjadi sasaran perusakan oleh para tahanan. Perusakan dapat berupa perusakan secara fisik pada kamera, pemotongan instalasi, atau penghalangan pandangan kamera. Oleh sebab itu, diperlukan langkah pencegahan untuk memastikan kamera CCTV dapat terus melaksanakan tugasnya tanpa hambatan.

Penjara yang berbeda tentu memerlukan sistem keamanan yang berbeda. Penjara khusus membutuhkan keamanan yang khusus. Penjelasan di atas hanyalah gambaran umum tentang sistem keamanan yang seharusnya dimiliki penjara untuk memastikan keamanan bagi semua penghuninya.

Vol.4 Edisi Februari - Maret 2017

Hal 32-34

Baca Juga

© 2019 Indo Security System. All Rights Reserved.